Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reformasi dan Tujuannya Di Masa Kini

Reformasi terjadi melalui jalan yang panjang . Reformasi terjadi karena di dorong oleh banyak faktor dari mulai politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Penyebab reformasi dari segi politik adalah kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah. Kepercayaan terhadap pemerintah berkurang karena pemerintah tidak memihak pada kepentingan rakyat. Bentuk pemerintahan sebelum reformasi terjadi banyak dikuasai oleh tentara sehingga tidak ada demokrasi.

Reformasi dan Tujuannya Di Masa Kini
Selain itu, kehidupan politik sangat represif, yaitu adanya tekanan yang kuat dari pemerintah terhadap pihak oposisi atau orang-orang yang berpikir kritis. Dari segi Hukum, KKN banyak terjadi di pemerintahan Orde Baru serta lemahnya penegakan hukum apalagi penegakan hukum kepada penguasa. Dari segi perekonomian juga semakin terpuruk karena Hutang luar negeri Indonesia yang sangat besar hingga terjadinya hiper inflasi.

Dari segi sosial pelaksanaan politik yang represif dan tidak demokratis menyebabkan terjadinya konflik politik maupun konflik antar etnis dan agama. Semua itu berakhir pada meletusnya berbagai kerusuhan di beberapa daerah. Ketimpangan perekonomian Indonesia memberikan sumbangan terbesar terhadap krisis sosial. Pengangguran, persediaan sembako yang terbatas, tingginya harga-harga sembako, rendahnya daya beli masyarakat merupakan faktor-faktor yang rentan terhadap krisis sosial.

Tujuan utama gerakan reformasi adalah memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, baik dalam bidang ekonomi, politik, hukum serta bidang lainnya. 

Menurut saya, tujuan reformasi Indonesia belum sepenuhnya tercapai. Buktinya salah satunya adalah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan nilai-

nilai pancasila dan UUD 1945 yang diantaranya adalah nilai Kejujuran, kerja keras, semangagotong royong, dan kebanggaan berbangsa justru semakin melemah karena globalisasi

Dari segi ekonomi masih banyak rakyat miskin yaitu berjumlah 24,79 juta penduduk menurut data BPS tahun 2019 dan karena adanya wabah Covid-19 di tahun 2020 ini warga miskin akan terus bertambah. Dari segi sosial, penindasan warga-warga minoritas masih terjadi dimulai dari masalah pelarangan tempat ibadah hingga kasus rasisme pada sesama warga Indonesia yang berbeda suku. Dari segi penegakan hukum pun masih lemah terbukti dari berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum, kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia.

Kebanyakan masyarakat kita akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar.

Itulah segelintir bukti bahwa reformasi Indonesia masih belum tercapai sepenuhnya. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan keseriusan antara pemerintah dengan masyarakat dalam mencapai tujuan reformasi demi negara Indonesia yang lebih baik.

Untuk mencapai tujuan reformasi pendidikan Indonesia harus ditingkatkan lagi mutunya sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya agar kemiskinan terus berkurang. Sektor kesehatan harus terus ditingkatkan karena untuk apa rakyat cerdas dan berkecukupan namun tidak sehat. Penegakan hukum harus diperkuat dan lebih tegas tanpa pandang bulu serta birokrasi yang bertele-tele dan menghambat kemajuan harus dipangkas. Dengan fokus pada hal di atas lambat laun tujuan reformasi akan tercapai.

Zein Sakti
Zein Sakti Orang yang mencari peruntungan di dunia blogging

Posting Komentar untuk "Reformasi dan Tujuannya Di Masa Kini"