Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Mengapa Tidak Semua Jenis Percobaan Tindak Pidana Dipidana

Percobaan secara umum seperti yang dijelaskan dalam Kamus   Besar   Bahasa   Indonesia adalah,  percobaan   berarti   usaha mencoba  sesuatu,  usaha  hendak  berbuat  atau  melakukan  sesuatu.

Alasan Mengapa Tidak Semua Jenis Percobaan Tindak Pidana Dipidana
Dalam KUHP tidak dijelaskan pengertian dari percobaan, tetapi  hanya dirumuskan tentang batasan mengenai kapan dikatakan ada percobaan untuk melakukan kejahatan dipidana. 

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 53 ayat 1 KUHP yang berbunyi:

(1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.

Dari pasal diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua jenis percobaan tindak pidana dapat dijatuhi hukuman pidana, yang hanya dapat dijatuhi pidana adalah tindak pidana percobaan yang berupa kejahatan saja, sedangkan percobaan terhadap pelanggaran tidak dipidana. 

Hal tersebut juga ditegaskan dalam Pasal 54 KUHP yang berbunyi: Mencoba melakukan pelanggaran tidak dipidana. 

Namun dalam KUHP juga ada beberapa pengecualian tentang percobaan kejahatan yang tidak dipidana. Percobaan kejahatan yang tidak dipidana tersebut antara lain:

  • Percobaan Duel/Perkelahian tanding (Pasal 184 ayat 5)
  • Percobaan pengeniayaan ringan terhadap hewan (Pasal 302 ayat 4)
  • Percobaan penganiyaan biasa (Pasal 351 ayat 5)
  • Percobaan penganiyaan ringan (Pasal 352 ayat 2)

Menurut ketentuan Pasal 184 ayat 5 KUHP, percobaan melakukan perkelahian antara seseorang lawan seseorang itu tidak dapat dihukum, dengan alasan bahwa pembentuk undang-undang ingin memberi kesempatan kepada setiap orang yang mengetahui adanya maksud mengadakan perkelahian antara seseorang lawan seseorang, untuk sampai saat terakhir mau memberitahukan masalah tersebut kepada polisi, dengan menganggap tidak perlu melakukan penuntutan terhadap pihak-pihak yang tersangkut di dalamnya apabila perkelahiannya itu sendiri dapat dicegah.

Menurut ketentuan Pasal 302 ayat 4 KUHP, percobaan melakukan penganiayaan ringan terhadap binatang itu tidak dapat dihukum. Menurut ketentuan pasal-pasal 351 ayat 5 dan 352 ayat 2 KUHP, percobaan-percobaan melakukan penganiayaan dan penganiayaan ringan itu tidak dapat dihukum, oleh karena hal tersebut tidak dianggap begini penting oleh pembentuk undang-undang.   

Demikian artikel Alasan Mengapa Tidak Semua Jenis Percobaan Tindak Pidana Dipidana semoga bisa bermanfaat.

Referensi:

  1. Arif, Barda Nawawi, 1984, Sari Kuliah Hukum Pidana II, Semarang: Badan. Penyediaan Bahan Kuliah Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
  2. Damopolii, Dodi K. "Percobaan Melakukan Kejahatan Menurut Pasal 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana." Lex Privatum, vol. 4, no. 2, 2016.
Zein Sakti
Zein Sakti Orang yang mencari peruntungan di dunia blogging

Posting Komentar untuk "Alasan Mengapa Tidak Semua Jenis Percobaan Tindak Pidana Dipidana"