Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hukum Sebagai Pranata Sosial

Perkembangan Pranata Sosial

Pranata sosial itu muncul dan berkembang sebagai refleksi dari sebuah kebudayaan manusia yang menurut Kluckhom adalah keseluruhan cara hidup manusia. Hal yang senada dikemukakan oleh Yusran bahwa pranata sosial erat hubungannya dengan kebudayaan manusia sebab pranata itu sebdiriberarti sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi berupa adat istiadat dan norma yang mangatur tingkah laku serta seluruh perlengkapannya guna berbagai kompleks manusia di dalam masyarakat.

Pengertian Hukum Sebagai Pranata Sosial
 

Pengertian Pranata Sosial

Pranata sosial berasal dari istilah bahasa Inggris social institution. Istilah-istilah lain pranata sosial ialah lembaga sosial dan bangunan sosial. Walaupun istilah yang digunakan berbeda-beda, tetapi social institution menunjuk pada unsur-unsur yang mengatur perilaku anggota masyarakat.

Pranata juga berasal dari bahasa latin instituere yang berarti mendirikan. Kata bendanya adalah institution yang berarti pendirian. Dalam bahasa Indonesia institution diartikan institusi (pranata) dan institut (lembaga). Institusi adalah sistem norma atau aturan yang ada. Institut adalah wujud nyata dari norma-norma.

Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu. Pranata termasuk kebutuhan sosial. Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman kebudayaan. Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak.

Menurut Koentjaraningrat, istilah pranata dan lembaga sering dikacaukan pengertiannya. Sama halnya dengan istilah institution dengan istilah institute. Padahal kedua istilah itu memiliki makna yang berbeda.

Menurut Horton dan Hunt (1987), pranata sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting. Dengan kata lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mengejawantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat.

Ciri hukum sebagai pranata soial

1. stabilitas
2. Hukum member kerangka sosial
3. Berwujud dalam bentuk norma
4. Ada jalinan antar institusi dalam masyarakat

Pengertian Hukum sebagai Pranata Sosial 

Hukum sebagai pranata sosial berarti hukum sebagai alat kontrol sosial sebagaimana tersebut di atas, yang fungsinya dapat berjalan dengan baik tentunya jika ada hal-hal yang mendukungnya. Hal-hal tersebut dapat dilihat dari sumber hukum dan dari penegakan hukum itu sendiri. 

Dilihat dari sumber hukumnya mengacu pada materi hukum. Undang-undang harus memuat asas legalitas dimana dalam undang-undang harus memuat peraturan-peraturan, artinya tidak boleh memuat putusan sepihak atau ad hoc. Peraturan tersebut disusun dalam bahasa dan urutan yang dapat dimengerti sehingga dalam pelaksanaan undang-undang tidak terdapat multitafsir yang mengakibatkan perbedaan pendapat dan pendapat di masyarakat dan dapat menimbulkan ketidakondusifann di masyarakat.

Peraturan yang telah dibuat juga tidak bisa sembarangan diubah tetapi harus melalui proses yang tepat dan melalui kajian yang cermat dan mendetaril (seperti yang pada saat ini dilakukan oleh anggota DPR RI terkait pembahasan RUU KUHP yang baru). 

Dalam pelaksanaan hukum sebagai kontrol sosial maka yang paling penting itu adalah peraturan-perturan yang telah dibuat itu harus diumumkan kepada masyarakat agar  masyarakat tahu apa yang menjadi aturan dan dapat menghindarkan dari pelanggaran hukum, itulah sebenarnya tugas terpenting dari hukum sebagai pranata sosial itu adalah bagaimana caranya agar masyarakat itu tidak melakukan hal yang menyimpang bukan menghukum masyarakat yang telah berbuat menyimpang.

 Pranata Sosial, selain untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadahi, juga sekaligus untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

Pranata sosial berfungsi menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disntegrasi masyarakat. Hal ini dikarenakan pada saat ini pemenuhan kebutuhan hidup di masyarakat dapat dikatakan tidak seimbang karena pertambahan kualitas dan kuantitas dari masyarakat itu sendiri, sehingga hal ini dapat mengakibatkan pertentangan karena perebutan dan persaingan antar anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu norma sosial yang terdapat di dalam pranata sosial akan berfungsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan hidup tersebut secara adil dan memadai, sehingga dapat terwujudnya kesatuan di dalam masyarakat itu sendiri.

Hukum sebagai pranata sosial merupakan alat control manusia dan oleh sebab itulah hukum dijadikan salah satu alat pengendali sosial, dan tetap mengakui adanya pranata sosial yang lain misalnya kesusilaan dan keyakinan sebagai salah satu alat pemenuhan kebutuhan manusia.

Referensi:

  1. http://tugasmakalahhukum.blogspot.com/2013/06/sosiologi-pranata-sosial.html
  2.  Naskur, Naskur. "Hukum Islam dan Pranata Sosial (sebuah Kajian Makna Teks Nash)." Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, vol. 1, no. 2, 2003, doi:10.30984/as.v1i2.195.
  3. http://indonesiapenulis.blogspot.com/2014/02/hukum-sebagai-pranata-sosial.html
Zein Sakti
Zein Sakti Orang yang mencari peruntungan di dunia blogging

Posting Komentar untuk "Pengertian Hukum Sebagai Pranata Sosial"