Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia

Islam diterima oleh masyarakat Indonesia jauh sebelum penjajah tiba di Indonesia. Ketika penjajah Belanda tiba di Indonesia (Hindia Belanda), mereka menyaksikan bahwa hukum yang berlaku sudah ada di Hindia Belanda yaitu agama-agama yang dianut oleh Hindia Belanda seperti Islam, Hindu, Budha dan Kristen di samping common law Indonesia. Berlakunya hukum Islam bagi sebagian besar penduduk Hindia Belanda dikaitkan dengan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam setelah runtuhnya kerajaan Majapahit sekitar tahun 1518. Menurut C. Snouck Hurgronje sendiri, pada abad ke-16 di Belanda Timur Hindia Belanda, kerajaan Islam seperti Mataram, Banten dan Cirebon, yang secara bertahap mengubah seluruh penduduknya menjadi Islam.

5 Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia

Meskipun pada awalnya kedatangan orang Belanda (Kristen Protestan) di Hindia Belanda tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama (hukum), namun kemudian dalam kaitannya dengan kepentingan penjajah, mereka akhirnya tidak dapat menghindari kontak dengan masalah hukum yang mempengaruhi masyarakat adat. Dengan berlakunya hukum adat bagi masyarakat Indonesia dan hukum agama bagi para pengikutnya, beberapa teori hukum telah bermunculan jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam pembahasan ini terkait dengan beberapa teori hukum Islam yang ada di Indonesia.

1. Teori Receptio in Complexu
Menurut teori Receptio in Complexu bagi setiap penduduk berlaku hukum agamanya masing-masing. Bagi orang Islam berlaku hukum Islam, demikian juga bagi pemeluk agama lain. Receptio in Compelexu, ini dikemukakan dan diberi nama oleh Lodewijk Willem Chrstian van den Berg (1845-1925) seorang ahli hukum Islam, politikus, penasehat pemerintah Hindia Belanda untuk bahasa Timur dan hukum Islam.

2. Teori Receptie
Selanjutnya muncul teori yang menentang teori Receptio in Complexu, yaitu teori Receptie (Resepsi). Menurut teori Resepsi, hukum Islam tidak otomatis berlaku bagi orang Islam. Hukum Islam berlaku bagi orang Islam, kalau ia sudah diterima (diresepsi) oleh dan telah menjadi hukum adat mereka, Jadi yang berlaku bagi mereka bukan hukum Islam, tapi hukum adat. Teori ini dikemukakan oleh Cornelis van Vollenhoven dan Christian Snouck Hurgronje.

 3. Teori Receptie Exit
Menurut teori receptie exit, pemberlakuan hukum Islam tidak harus didasarkan atau ada ketergantungan dengan hukum adat. Hal ini semakin dipertegas dengan diberlakukannya UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang memberlakukan hukum Islam bagi orang Islam, UU No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, dan juga Inpres No. 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Teori receptie exit yang dikemukakan Hazairin dikembangkan oleh muridnya, Sayuthi Thalib yang menulis buku Receptio A Contrario: Hubungan Hukum Adat dengan Hukum Islam. Menurut teori ini, bagi umat Islam, yang berlaku adalah hukum Islam. Hukum adat baru dinyatakan berlaku bila tidak bertentangan dengan agama Islam atau hukum Islam. Pendapat ini kemudian disebut dengan teori receptio a contario.

4. Teori Receptio A Contrario
Dalam perkembangan selanjutnya menurut Sayuti Thalib, ternyata dalam masyarakat telah berkembang lebih jauh dari pendapat Hazairin di atas. Di beberapa daerah yang dianggap sangat kuat adatnya, terlihat ada kecenderungan teori resepsi dari Snouck Hurgronje itu dibalik.

Umpama di Aceh, masyarakatnya menghendaki agar sosl-soal perkawinan dan soal warisan diatur menurut hukum Islam. Apabila ada ketentuan adat di dalamnya, boleh saja dilakukan atau dipakai, tetapi dengan satu ukuran, yaitu tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam. Dengan demikian yang ada sekarang adalah kebalikan dari teori Resepsi yaitu hukum adat baru berlaku kalau tidak bertentangan dengan hukum Islam. Inilah yang disebut oleh Satyuti Thalib dengan teori Reseptio A Contrario.

5. Teori Eksistensi
Sebagai kelanjutan dari teori Receptie Exit dan teori Receptio A Contratio, menurut Ichtijanto SA muncullah teori Eksistensi. Teori Eksistensi adalah teori yang menerangkan tentang adanya hukum Islam dalam hukum Nasional Indonesia. Menurut teori ini bentuk eksistensi (keberadaan) hukum Islam dalam hukum nasional itu adalah : 

1. Ada, dalam arti hukum Islam berada dalam hukum nasional sebagai bagian yang integral darinya; 

2. Ada dalam arti adanya kemandiriannya yang diakui berkekuatan hukum nasional dan sebagai hukum nasional;

 3. Ada dalam hukum nasional, dalam arti norma hukum Islam (agama) berfungsi sebagai penyaring bahan-bahan hukum nasional Indonesia;

 4. Ada dalam hukum Nasional, dalam arti sebagai bahan utama dan unsur utama hukum nasional Indonesia.

Demikian artikel 5 Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia semoga bisa bermanfaat.

Meskipun pada awalnya kedatangan orang Belanda (Kristen Protestan) di Hindia Belanda tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama (hukum), namun kemudian dalam kaitannya dengan kepentingan penjajah, mereka akhirnya tidak dapat menghindari kontak dengan masalah hukum yang mempengaruhi masyarakat adat. Dengan berlakunya hukum adat bagi masyarakat Indonesia dan hukum agama bagi para pengikutnya, beberapa teori hukum telah bermunculan jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam pembahasan ini terkait dengan beberapa teori hukum Islam yang ada di IndonesiaMeskipun pada awalnya kedatangan orang Belanda (Kristen Protestan) di Hindia Belanda tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama (hukum), namun kemudian dalam kaitannya dengan kepentingan penjajah, mereka akhirnya tidak dapat menghindari kontak dengan masalah hukum yang mempengaruhi masyarakat adat. Dengan berlakunya hukum adat bagi masyarakat Indonesia dan hukum agama bagi para pengikutnya, beberapa teori hukum telah bermunculan jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam pembahasan ini terkait dengan beberapa teori hukum Islam yang ada di IndonesiaMeskipun pada awalnya kedatangan orang Belanda (Kristen Protestan) di Hindia Belanda tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama (hukum), namun kemudian dalam kaitannya dengan kepentingan penjajah, mereka akhirnya tidak dapat menghindari kontak dengan masalah hukum yang mempengaruhi masyarakat adat. Dengan berlakunya hukum adat bagi masyarakat Indonesia dan hukum agama bagi para pengikutnya, beberapa teori hukum telah bermunculan jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam pembahasan ini terkait dengan beberapa teori hukum Islam yang ada di Indonesia

Zein Sakti
Zein Sakti Orang yang mencari peruntungan di dunia blogging

Posting Komentar untuk "5 Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia"