Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Pengkategorian, dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Istilah “hak asasi manusia” merupakan terjemahan dari droits de l’homme (bahasa Perancis) yang memiliki arti sama. Etimologi kata “hak asasi manusia” dapat dipecah menjadi tiga kata yaitu “hak”, “asasi”, dan “manusia”.

1. Etimologi “hak” berasal dari bahasa Arab haqq yang merupakan bentuk tunggal dari kata huquq. Istilah haqq diambil dari akar kata haqqa, yahiqqu, haqqaan yang berarti “benar”, “nyata”, “pasti”, “tetap”, dan “wajib”.

2. Etimologi “asasi” berasal dari bahasa Arab asasy yang merupakan bentuk tunggal dari usus yang berasal dari akar kata assa, yaussu, asasaan yang berarti “membangun”, “mendirikan”, dan “meletakkan”.

3. Etimologi “manusia” berasal dari bahasa Sansekerta manu yang berarti “manusia” dan bahasa Latin sens yang berarti “berpikir” atau “berakal budi”.

Di Indonesia umumnya dipergunakan dengan istilah “ Hak-Hak Asasi”, yang merupakan terjemahan dari basic rights dalam bahasa inggrs, ground rechten dalam bahasa Belanda, sebagian orang menyebutkannya dengan istilah hak-hak fundamental fundamentele richten sebagai terjemahan dari fundamental rights (inggris) dan fundamentele richten (belanda) . diamerika Serikat di samping menggunakan istilah human rights, dipakai juga dengan istilah civil rights serta termaktub juga dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Pengertian, Pengkategorian, dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli

1) John Locke, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).

2) Prof. Koentjoro Poerbo Pranoto Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci.

3) Miriam Budiarjo

Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak yang dimiliki pada tiap orang yang dibawa sejak dia lahir ke dunia dan juga menurutnya hak tersebut bersifat universal (Menyeluruh) dikarenakan dimiliki tidak dengan adanya perbedaan ras, kelamin,  agama , suku, budaya, dan lain-lain.

4. Jan Materson, anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB, merumuskan pengertian HAM dalam“human right could be generally defines as those right which are inherent in our nature andwithout which we cannot live as human being” yang artinya HAM adalah hak-hak yang secarasecara inheren melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidaka dapat hidupsebagai manusia.

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Undang-undang

1. 1 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Ham

Dalam UU tentang Hak Asasi Manusia dijelaskan bahwa pengertian Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

2. Ketetapan MPR-RI Nomor XVII/MPR/1998

Hak asasi adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia yang sifatnya kodrati, universal dan abadi sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup, kemerdekaan, perkembangan manusia dan masyarakat yang tidak boleh diganggu gugat dan diabaikan oleh siapapun.

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Universal Declaration of Human Right

 Dalam pembukuan dari deklarasi ini dinyatakan bahwa HAM adalah hak kodrati yang diperoleh oleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan Seru Sekalian Alam, sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari hakekat manusia. Oleh karena itu setiap manusia berhak memperoleh kehidupan yang layak, kebebasan, keselamatan dan kebahagiaan pribadi.

 

Pengkategorian Hak Asasi Manusia

Pengkategorian Hak Asasi Manusia Secara Umum

Secara umum hak asasi manusia dikategorikan menjadi enam macam HAM, yang bisa menimbulkan sebuah pelanggaran. Keenam macam-macam HAM tersebut yakni:

1. Hak asasi pribadi (personal rights) seperti hak hidup, hak bebas bergerak, hak bebas menyatakan pendapat, hak bebas aktif dalam suatu organisasi dan hak bebas untuk memilih, memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing sesuai aturan di negaranya.

2. Hak asasi politik (political rights)

3. Hak asasi hukum (legal equality rights)

4. Hak asasi ekonomi (property rights)

5. Hak asasi peradilan (procedural rights) dimana seseorang berhak mendapatkan pembelaan hukum dan persamaan perlakuan di hadapan pengadilan

6. Hak asasi sosial budaya (social culture rights).

Pengkategorian Hak Asasi Manusia Menurut Undang-Undang

A. Menurut UUD NRI Tahun 1945

Dalam UUD 1945(amandemen I-IV UUD 1945) memuat hak asasi manusia yang terdiri dari hak:

1) Hak kebebasan untuk mengeluarkan pendapat

2) Hak kedudukan yang sama di dalam hukum

3) Hak kebebasan berkumpul

4) Hak kebebasan beragama

5) Hak penghidupan yang layak

6) Hak kebebasan berserikat

7) Hak memperoleh pengajaran atau Pendidikan

B. Pengkategorian Hak Asasi Manusia Menurut UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM

Operasional beberapa bentuk HAM yang terdapat dalam UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM sebagai berikut:

1) Hak untuk hidup

2) Hak berkeluarga dan menjutkan keturunan

3) Hak mengembangkan diri

4) Hak memperoleh keadilan

5) Hak atas kebebasan pribadi

6) Hak atas rasa aman

7) Hak atas kesejahteraan

8) Hak turut serta dalam pemerintahan

9) Hak wanita

10) Hak anak

Prinsip Hak Asasi Manusia

Prinsip-prinsip Dasar Hak Asasi Manusia

1.     Universal: hak asasi merupakan bagian dari kemanusiaan setiap sosok manusia – tak peduli warna kulitnya, jenis kelamin, usianya, latar belakang budaya, agama/kepercayaannya. Hak asasi berlaku dimana saja (di muka bumi). Universalitas hak bukan berarti , bagaimanapun juga, bahwa hak bersifat mutlak atau bahwa hak dialami dengan cara yang sama oleh semua orang

2.     Melekat atau Tak Terengutkan (Inalienable): hak itu melekat pada diri setiap manusia secara alamiah/ kodrati bukan karena pemberian oleh organisasi kekuasaan manapun, sehingga tidak dapat diambil, ditahan atau dipindahtangankan.

3.     Tak terpisahkan/tidak dapat dibagi-bagi (indivisibility) : sebagai satu kesatuan hak tidak dapat dipisahkan antara hak sipil, politik, ekonomi, sosial, budaya, serta kolektif – individu

4.     Non diskriminasi : hak asasi milik semua/setiap orang tanpa pembedaan berdasarkan apa pun

5.     Kesetaraan (equality): setiap manusia memiliki hak dan martabat yang sama

6.     Saling tergantung (interdepedency) : saling terkait/mensyaratkan antara hak yang satu dengan hak-hak lainnya

7.     Tanggungjawab (responsibility) : setiap orang bertanggungjawab untuk menghormati hak orang lain. pemangku tanggung jawab adalah negara.

 

Prinsip Hak Asasi Menurut International Bill of Human Right

The Universal Declaration of Human Right yang terdiri dari 5 prinsip

1. Prinsip tidak dapat diganggu gugat, bahwa setiap individu mempunyai hak untuk dihormati kehidupannya, integritasnya baik fisik maupun moral, dan atribut-atribut yang tidak dapat dipisahkan dari personalitasnya (ada tujuh prinsip penerapan).

2. Prinsip Non Diskriminasi, bahwa setiap individu harus diperlukan sama tanpa membedakan ras, jenis kelamin, kedudukan sosial, kekayaan, polotik, agama atau yang lainnya.

3. Prinsip keamanan, bahwa setiap orang berhak terjamin keamanan pribadinya.

4. Prinsip kemerdekaan, bahwa setiap orang mempunyai hak untuk dinikmati kebebasan individualismenya.

5. Prinsip kesejahteraan sosial, bahwa seyiap ornag mempunyai hak untuk menkmati kondisi kehidupan yang menyenagkan.


Referensi:

  1. Qamar Nurul. 2013. ‘’Hak Asasi Manausi dalam Negara Hukum Demokrasi’’.  Jakarta timur : Sinar Garfika. 
  2. Suhartati, “Analisis Perlindungan Hukum dan Hak Asasi Manusia Terhadap Korban Pelanggaran HAM Berat Tragedi Semanggi I dan II, 2016 UIB Repository (c) 2016,” no. c, pp. 13–58, 2016, [Online]. Available: http://repository.uib.ac.id/659/6/S-1051055-chapter2.pdf.
  3. S. R. Wilujeng, "HAK ASASI MANUSIA: TINJAUAN DARI ASPEK HISTORIS DAN YURIDIS," HUMANIKA, vol. 18, no. 2, Jul. 2013. https://doi.org/10.14710/humanika.18.2.
  4. Dwi Sulisworo, Tri Wahyuningsih, Didik Baehaqi Arif. Hibah Materi Pembelajaran Non Konvensional 2012 Bahan Ajar. Hak Asasi Manusia.  Pdf.http://eprints.uad.ac.id/9434/1/HAM%20Dwi.pdf.

Zein Sakti
Zein Sakti Orang yang mencari peruntungan di dunia blogging

Posting Komentar untuk " Pengertian, Pengkategorian, dan Prinsip Hak Asasi Manusia"